HUT PGRI KE-80

Kegiatan ini dilaksakan pada tanggal 12 November 2025.

HUT PGRI yg ke-80 Jatuh pada tanggal 25 November 2025, tetapi kecamatan panarukan melaksanakan lebih awal dikarekan bebarengan dengan acara tingkat Kabupaten.

HUT PGRI 2025 merayakan hari jadi ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia pada 25 November 2025, dengan tema utama "Guru Hebat, Indonesia Maju" dan slogan "Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas," menandai pencapaian delapan dekade peran guru serta program pemerintah seperti beasiswa studi lanjut dan peningkatan insentif honorer untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Peringatan ini diisi dengan berbagai kegiatan serentak seperti upacara, jalan sehat, donor darah, dan refleksi peran guru, serta adanya UU Guru dan Dosen yang baru untuk perlindungan guru. 

  • Tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” dalam memperingati Hari Guru Nasional tahun 2025 merupakan komitmen untuk mengapresiasi Tokoh Masyarakat, Guru dan Tenaga Kependidikan yang tidak hanya berprestasi secara individu, tetapi juga menghadirkan dampak bagi murid, lingkungan belajar, komunitas sekolah dan masyarakat atas kontribusi transformatif yang memperkuat kemajuan pendidikan melalui kolaborasi, inovasi, dan keteladanan. Dengan tema tersebut, program ini diharapkan mampu memperkokoh ekosistem pendidikan bermutu untuk semua dan adaptif terhadap tantangan abad ke 21.
  • Peringatan Hari Guru bukan sekadar acara seremonial tahunan. Di baliknya, ada makna besar yang penting bagi perjalanan pendidikan di Indonesia. Setidaknya ada empat nilai utama yang tercermin dalam peringatan ini:
  • 1. Menghargai peran pahlawan tanpa tanda jasa. Sebutan “pahlawan tanpa tanda jasa” disematkan kepada guru karena mereka mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi muda. Dengan kesabaran dan komitmen tinggi, para guru tetap mengajar meski sering kali berhadapan dengan fasilitas terbatas dan berbagai tantangan di lapangan.
  • 2. Mendorong siswa lebih mengapresiasi guru. Tidak sedikit siswa yang mengekspresikan rasa terima kasih melalui kartu ucapan, pertunjukan seni, atau video khusus. Cara-cara sederhana ini mampu mempererat hubungan emosional antara guru dan peserta didik.
  • 3. Mengingatkan kembali pentingnya pendidikan. Hari Guru menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang sebuah bangsa. Guru yang kompeten dan berdedikasi menjadi kunci bagi peningkatan kualitas pendidikan nasiona.
  • 4. Kesempatan untuk melakukan evaluasi. Bagi sekolah maupun pemerintah, tanggal 25 November sering dijadikan waktu untuk meninjau kembali efektivitas proses belajar-mengajar, kemampuan tenaga pendidik, serta masalah-masalah baru yang muncul di dunia pendidikan.
  • 5. Momentum mengangkat isu kesejahteraan guru. Tanggal 25 November juga kerap menjadi momen untuk kembali menyuarakan isu-isu kesejahteraan, seperti pemerataan distribusi guru, status honorer, hingga fasilitas penunjang pengajaran. Ini mengingatkan publik bahwa kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan para pendidik.
  • 6. Menegaskan komitmen pemerintah terhadap pendidikan

Melalui program, kampanye, atau tema tahunan Hari Guru, pemerintah menunjukkan langkah-langkah strategis dalam pembangunan pendidikan. Ini memberi gambaran tentang arah kebijakan pendidikan ke depan.